Tinjau Padi di Kualuh Selatan, Kepala BRMP Perkebunan Dorong Percepatan Tanam Usai Panen
Labuhanbatu Utara (12/092026) — Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian dan Perkebunan, Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si., kembali melakukan kunjungan lapang untuk memantau perkembangan pertanaman padi sawah di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Sabtu (12/9/2026).
Kunjungan lapang kali ini menyasar dua desa di Kecamatan Kualuh Selatan, yakni Desa Siamporik dan Desa Si Dua Dua. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan program strategis Kementerian Pertanian sekaligus untuk melihat secara langsung perkembangan pertanaman padi yang telah memasuki fase menjelang panen.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. I Ketut Kariyasa didampingi Katimker Labuhanbatu Utara serta para penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah binaan masing-masing. Tim melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman, umur pertanaman, serta kesiapan petani menghadapi masa panen yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sekitar 90 persen pertanaman padi di wilayah yang dikunjungi telah memasuki fase umur siap panen. Kondisi tanaman secara umum menunjukkan perkembangan yang baik dan sebagian besar areal pertanaman telah mendekati waktu panen.
“Kita melihat sekitar 90 persen pertanaman sudah memasuki umur siap panen. Ini tentu menjadi perkembangan yang baik. Setelah panen nanti, jangan terlalu lama lahan dibiarkan kosong. Kita dorong petani segera melakukan pengolahan tanah agar bisa kembali ditanami,” ujar Dr. I Ketut Kariyasa.

Ia menekankan bahwa percepatan pengolahan lahan setelah panen menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi padi. Menurutnya, momentum kondisi cuaca yang mulai mendukung perlu dimanfaatkan petani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya.
Saat ini, kondisi cuaca di Kabupaten Labuhanbatu Utara mulai menunjukkan perubahan dengan hujan deras yang turun hampir setiap malam. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap ketersediaan air dan diharapkan dapat menjadi modal penting bagi petani untuk kembali melakukan pertanaman setelah panen pada Oktober mendatang.

“Kita berharap hujan yang mulai turun ini bisa terus mendukung. Begitu panen selesai, langsung lakukan pengolahan tanah. Kita siapkan kembali pertanamannya sehingga pada bulan Oktober lahan sudah bisa dimanfaatkan untuk pertanaman berikutnya,” tambahnya.
Selain memantau kondisi tanaman, kunjungan lapang juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada petani agar tetap menjaga produktivitas lahan dan mempersiapkan tahapan budidaya berikutnya secara tepat waktu. Pendampingan secara langsung di lapangan dinilai penting untuk memastikan berbagai program peningkatan produksi pertanian dapat berjalan sesuai dengan kondisi riil yang dihadapi petani.

Dr. I Ketut Kariyasa juga mengajak penyuluh dan petugas pendamping untuk terus melakukan pemantauan serta memberikan bimbingan kepada petani, khususnya dalam mempersiapkan pengolahan lahan dan pertanaman setelah panen.

Dengan semakin dekatnya masa panen dan mulai membaiknya dukungan curah hujan, Kabupaten Labuhanbatu Utara memiliki peluang untuk menjaga kesinambungan produksi melalui percepatan pengolahan lahan dan pertanaman kembali. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi pangan nasional dan mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.