Bimtek PM-AAS dan Konsolidasi Penyuluh, BRMP Perkebunan Perkuat Swasembada Pangan di Labura
Labuhanbatu Utara (11/09/2026) - Upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan terus diperkuat melalui pendampingan langsung di tingkat petani. Kepala Pusat Perakitan dan Moderninsasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan), Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si., bersama Tim Satgas Pangan kembali melaksanakan pendampingan program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Jumat (11/9).

Pendampingan kali ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan Pertanian Modern Agriculture Advanced System (PM-AAS) bersama petani Desa Kampung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, serta koordinasi bersama penyuluh pertanian se-Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam rangka menyusun strategi pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) pada September 2026.
Kegiatan Bimtek PM-AAS menjadi ruang bagi petani untuk memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai strategi dan metode penerapan pertanian modern di lapangan. Para petani tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga dibekali dengan praktik yang dapat diterapkan dalam mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. I Ketut Kariyasa menyampaikan materi mengenai penerapan PM-AAS, termasuk strategi dan metode yang dapat dilakukan petani dalam mengimplementasikan sistem pertanian modern sesuai kondisi lapangan.
“Penerapan pertanian modern tidak hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi tersebut dapat diterapkan secara tepat oleh petani sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi,” jelas Dr. I Ketut Kariyasa.
Salah satu materi praktik yang diberikan kepada petani adalah pembuatan silika yang akan digunakan sebagai bagian dari penerapan PM-AAS. Materi tersebut disampaikan oleh Katimker Labura, Liober Hutabarat dengan memberikan penjelasan mengenai metode serta tahapan pembuatan silika agar dapat dipahami dan dipraktikkan oleh petani.

Selain aspek teknologi dan budidaya, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga menjadi bagian penting dalam Bimtek. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) memberikan pembekalan kepada petani mengenai cara mengidentifikasi OPT yang menyerang tanaman sekaligus langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengenali permasalahan tanaman sejak dini sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kondisi di lapangan.
Selanjutnya pelaksanaan Bimtek bersama petani, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama penyuluh pertanian se-Kabupaten Labuhanbatu Utara. Koordinasi difokuskan pada strategi percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) September sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan.

Dalam diskusi tersebut, para penyuluh menyampaikan berbagai kondisi dan perkembangan pertanaman di wilayah binaan masing-masing. Koordinasi menjadi momentum untuk menyatukan langkah, mengidentifikasi potensi pertanaman, serta menyusun strategi percepatan tanam sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Antusiasme para penyuluh terlihat dalam diskusi yang berlangsung secara aktif. Para penyuluh menyatakan optimisme dan kesanggupan untuk bersama-sama mengejar target tanam yang telah ditetapkan, dengan mengoptimalkan potensi lahan serta mempercepat pertanaman di wilayah binaan masing-masing.

Dr. I Ketut Kariyasa menekankan pentingnya koordinasi dan kerja bersama seluruh pihak dalam mengejar target tanam.
“Target ini harus kita kejar bersama. Penyuluh merupakan ujung tombak di lapangan, sehingga koordinasi, pemetaan potensi lahan, dan percepatan pertanaman di masing-masing wilayah binaan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pencapaian target LTT tidak hanya ditentukan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, serta seluruh unsur pendukung di lapangan.

Pendampingan yang dilakukan BRMP Perkebunan bersama Tim Satgas Pangan di Kabupaten Labuhanbatu Utara tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian dalam memastikan program strategis pemerintah berjalan hingga tingkat lapangan.
Melalui penguatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian modern serta konsolidasi penyuluh untuk mempercepat pertanaman, diharapkan upaya peningkatan produksi pangan dapat terus dipacu dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.