BRMP Perkebunan Perkuat Target Tanam Agustus dan Tinjau Lokasi PM-AAS Labuhanbatu
Labuhanbatu (06/08/2026) – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan) Kementerian Pertanian terus mengawal percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui Rapat Koordinasi Target Tanam Agustus di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (6/8). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu ini juga dirangkaikan dengan peninjauan lapangan calon lokasi penerapan Program Pertanian Modern Model – Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan nasional.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu serta dihadiri Kepala Pusat BRMP Perkebunan, Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, Katimker Labuhanbatu, dan seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Labuhanbatu. Dalam arahannya, I Ketut Kariyasa menegaskan bahwa target tanam dari pemerintah pusat harus diterjemahkan menjadi target operasional di tingkat kecamatan dan desa melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan percepatan tanam sangat bergantung pada koordinasi yang kuat, pendampingan penyuluh yang intensif, serta kesiapan petani dalam melaksanakan kegiatan tanam.

Pada rapat tersebut dibahas distribusi target pertanaman per kecamatan untuk memenuhi target pusat seluas 1.681 hektare, strategi percepatan tanam di tengah musim kemarau, serta pembagian target PM-AAS kepada masing-masing penyuluh sesuai wilayah binaannya. Berbagai langkah teknis turut disepakati, di antaranya optimalisasi lahan potensial, pengaturan jadwal tanam berdasarkan ketersediaan air, pemanfaatan sumber air alternatif, serta penguatan koordinasi antara penyuluh, kelompok tani, dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.

Usai rapat, Kepala Pusat BRMP Perkebunan bersama tim Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu, Katimker, dan Koordinator Penyuluh Kecamatan Rantau Selatan melakukan peninjauan lapangan ke areal pertanaman yang diproyeksikan menjadi lokasi penerapan PM-AAS pada Desember 2026. Peninjauan dilakukan untuk mengevaluasi kondisi pertanaman, jaringan irigasi, serta ketersediaan sumber air. Berdasarkan hasil pengamatan awal, lokasi yang dikunjungi dinilai memiliki dukungan irigasi dan ketersediaan air yang memadai sehingga berpotensi mendukung implementasi program PM-AAS pada musim tanam mendatang.

Melalui kegiatan koordinasi dan peninjauan lapangan tersebut, BRMP Perkebunan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan petani dalam mencapai target tanam, mengantisipasi dampak musim kemarau, serta mempersiapkan penerapan PM-AAS secara tepat sasaran. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.