BRMP Perkebunan Gelar Bimtek Komoditas Kakao di Desa Woiha, Kolaka Timur
Kolaka Timur - Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Perkebunan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Layanan Konsultasi Komoditas Kakao di Aula SLB Desa Woiha, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh petani kakao dan penyuluh pertanian terkait sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Kolaka Timur. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars BRMP, pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi, hingga penutupan sesuai susunan acara yang telah ditetapkan.

Hidayat selaku Ketua Poktan Sanitasi Jaya Desa Lara menyampaikan pentingnya penerapan budidaya kakao yang produktif dan berkelanjutan melalui lima kunci utama, yakni pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen rutin, serta sanitasi kebun. Menurutnya, kebun yang sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Peningkatan produktivitas kakao tidak selalu harus dilakukan dengan memperluas areal tanam, tetapi dapat dicapai melalui penerapan teknologi budidaya dan pemeliharaan kebun yang dilakukan secara konsisten.

Selanjutnya, Abdul Muis Hasibuan, S.P., M.Si., Ph.D memaparkan pentingnya penguatan kelembagaan petani kakao sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing komoditas kakao. Kelembagaan petani didorong tidak hanya sebagai wadah administrasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, kerja sama, penguatan posisi tawar, hingga pengembangan usaha berbasis korporasi petani. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha, ketertelusuran produk, serta sinergi kelompok tani dan gapoktan dalam menjawab tuntutan pasar dan meningkatkan nilai tambah kakao Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan R. Dani Medionovianto, S.Pt., M.A.P mengenai public speaking untuk agribisnis. Peserta dibekali kemampuan komunikasi yang efektif agar mampu menyampaikan potensi produk, membangun kepercayaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan peluang kemitraan dan pemasaran. Selain teknik berbicara di depan umum, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai bahasa tubuh, teknik vokal, dan penyusunan presentasi yang menarik sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kakao. Melalui kegiatan ini, Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan, serta mendorong pengembangan agribisnis kakao yang berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Timur.