• Jl. Tentara Pelajar No. 1, Bogor 16111
  • (0251) 8384105; WA: 085282566991
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Laporan PPID
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
8 dilihat       13 Januari 2026

Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi

Repost CNN Indonesia

Jakarta,  Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi contoh nyata kinerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan. Capaian tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1).

Presiden menyebut keberhasilan tim pertanian sebagai fondasi penting dalam membangun kedaulatan dan daya saing Indonesia.

tag

"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan. Dan ini bukan kita apa menepuk dada, tapi ini harus kita lakukan. Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita," kata Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa capaian sektor pertanian memiliki arti strategis, tidak hanya dari sisi peningkatan produksi pangan, tetapi juga dalam membangun mentalitas bangsa yang kuat dan mandiri. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus merasa rendah diri atau kalah bersaing dengan negara lain.

"Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain. Kita tidak boleh. Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Prabowo.

Presiden mengungkapkan, keberhasilan di sektor pertanian merupakan hasil kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Target besar swasembada pangan yang sebelumnya dipatok empat tahun, justru mampu dicapai jauh lebih cepat dari perencanaan awal.

"Waktu saya mengambil alih ke pimpinan nasional setelah saya menerima mandat dari rakyat, saya dilantik tanggal 20 Oktober. Saya beri target kepada tim saya untuk sasada beras dalam waktu 4 tahun. Ternyata kita berhasil dalam 1 tahun," ujar Prabowo.

"Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras daripada tim kita dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L - K/L bekerja sama semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," kata Prabowo.

Salah satu terobosan besar yang disoroti Presiden Prabowo adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan utama petani. Presiden menggambarkan rumitnya birokrasi distribusi pupuk di masa lalu yang membuat petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

"Waktu itu ada 145 peraturan, ada 11 K/L yang harus menyetujui, harus juga tanda tangan gubernur dan bupati. Jadi dari pabrik sampai ke petani mungkin dibutuhkan 13 tanda tangan. Bayangkan," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas dengan memangkas seluruh regulasi yang menghambat, sehingga distribusi pupuk dapat langsung dirasakan petani di lapangan.

"145 peraturan kita hapus dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan cukup satu tanda tangan, satu instruksi. Kemudian pupuk itu langsung ke petani dan petani tidak perlu pakai macam-macam, cukup kartu penduduk, cukup disetujui oleh kepala desa. Benar dia petani di sini," jelasnya.

Reformasi tersebut, lanjut Presiden, tidak hanya mempermudah akses pupuk bagi petani, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam kebijakan harga pupuk nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan industri pupuk dalam negeri.

"Dan akhirnya kita berhasil pertama kali dalam sejarah bangsa kita, kita berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20%. Sesungguhnya Menteri Pertanian melaporkan bisa menurunkan 25%. Tapi saya kasih kasih tahu biarlah pabrik dapat keuntungan 5% sehingga kita turunkan cukup 20%. Tetapi petani sudah sangat terima kasih. Dan walaupun kita turunkan harga ternyata volume pupuk naik 700.000 ton. Jadi petani sekarang harga terjangkau, barang ada," ungkap Presiden.

Keberhasilan reformasi pupuk tersebut berdampak langsung pada kinerja sektor perberasan nasional. Presiden menyebut kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia, baik dari sisi produksi, cadangan, maupun kesejahteraan.

"Ini contoh sekarang juga perberasan. Perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik, nilai tukur petani naik dari 106 menjadi 125 tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," kata Presiden.

Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka. Ketahanan pangan, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam menjaga martabat bangsa dan melindungi rakyat.

"Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar negara tersebut. Dan ini harus kita yakini," tegas Presiden.

Presiden Prabowo menutup penegasannya dengan menyatakan bahwa keberhasilan sektor pertanian harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera, melalui keberanian melakukan reformasi serta keberpihakan nyata kepada rakyat.

 

Prev Next

- PRMP Perkebunan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Presiden Umumkan Swasembada Pangan Nasional, Mentan Amran Terima Bintang Jasa Utama
    08 Jan 2026 - By PRMP Perkebunan
  • Thumb
    Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi, Kementan Jaga Swasembada Pangan
    04 Jan 2026 - By PRMP Perkebunan
  • Thumb
    Dari Karangploso, Inovasi Pemanis dan Serat Terus Bertumbuh
    30 Des 2025 - By PRMP Perkebunan
  • Thumb
    Sinergi BRMP Perkebunan dan BRMP Lampung dalam Pengembangan Program ICARE
    30 Des 2025 - By PRMP Perkebunan

tags

Pemerintah Berprestasi Petani Indonesia Prabowo Subianto Presiden RI Reformasi Pupuk Sektor Pertanian swasembada pangan

Kontak

(0251) 8384105; WA: 085282566991
(0251) 8336194
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No. 1
Bogor 16111 - Jawa Barat
Indonesia
16111

website: https://perkebunan.brmp.pertanian.go.id/

© 2025 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan. All Right Reserved