Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo Disambut Antusias, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi
Gorontalo (23/06/26) – Rangkaian kegiatan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII> tidak hanya menghadirkan Gelar Teknologi dan pameran produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah penyebaran informasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui berbagai kegiatan diskusi, pertemuan, dan temu teknologi.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta pada hari ketiga pelaksanaan PENAS XVII, Rabu (23/06/2026), adalah Temu Teknologi Kelapa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Balai Perakitan dan Pengujian Modernisasi Pertanian Perkebunan. Kegiatan ini mengangkat tema pengembangan komoditas kelapa mulai dari budidaya, perbenihan, hingga hilirisasi produk kelapa.
Sebanyak kurang lebih 160 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, dan peserta kontingen dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut.

Acara dimoderatori oleh Penyuluh Pertanian BRMP Perkebunan, R. Dani Medionovianto, yang membuka kegiatan dengan memberikan motivasi kepada para peserta. Dalam pengantarnya, Dani mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha tani kelapa di daerah masing-masing.
Materi pertama yang banyak mendapat perhatian peserta adalah Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kelapa yang disampaikan oleh Yulianus R. Matana. Dalam paparannya, Yulianus menjelaskan berbagai aspek penting dalam budidaya kelapa, mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga strategi peningkatan produktivitas kebun kelapa secara berkelanjutan.

Sementara itu, materi Hilirisasi Kelapa disampaikan oleh Dr. Patrik M. Pasang. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengembangan produk turunan kelapa sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan petani. Berbagai peluang usaha berbasis kelapa turut diperkenalkan, mulai dari produk pangan, minyak kelapa, VCO, hingga produk hilirisasi lainnya yang memiliki prospek pasar yang menjanjikan.
Tingginya minat peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya ingin memahami aspek teknis budidaya, tetapi juga peluang pengembangan usaha dan pemasaran produk hilirisasi kelapa di masa depan.

Kegiatan Temu Teknologi ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mendorong peningkatan produktivitas, penguatan perbenihan, serta pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan sebagai langkah strategis menuju pertanian modern, maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dan pelaku usaha perkebunan dapat memperoleh pengetahuan dan inovasi baru yang mampu mendukung pengembangan komoditas kelapa dari hulu hingga hilir, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar serta memperkuat peran sektor perkebunan dalam pembangunan pertanian nasional.