Perkuat Penyuluh Tebu, PG Trangkil Gandeng BRMP Perkebunan Gelar IHT Public Speaking dan Motivasi
Semarang - Pabrik Gula (PG) Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar kegiatan In House Training penguatan kapasitas penyuluh lapangan di Hotel Amanda Hill Bandungan, Semarang. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan public speaking dan motivasi kerja penyuluh yang mendampingi petani tebu sebagai pemasok utama bahan baku gula. Pelatihan diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas penyuluh lapangan, petugas administrasi, dan juru tulis di lingkungan Bagian Tanaman PG Trangkil (09/02/2026).

Kegiatan ini menghadirkan R. Dani Medionovianto, S.Pt, M.A.P, Penyuluh Pertanian Ahli Madya pada Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan), sebagai narasumber. Kehadiran narasumber dari BRMP Perkebunan menjadi relevan dan strategis, mengingat BRMP Perkebunan memiliki mandat kuat dalam pengembangan komoditas perkebunan, termasuk tebu, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BRMP Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) yang berkedudukan di Malang, serta didukung oleh Kebun Percobaan Muktiharjo di Kabupaten Pati sebagai basis perakitan teknologi dan inovasi tebu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tanaman PG Trangkil, Bapak Puji Enggariyanto, S.P., yang menekankan bahwa penyuluh PG memiliki peran yang sangat spesifik dan strategis. Penyuluh tidak hanya berhadapan dengan aspek teknis budidaya tebu, tetapi juga menjadi penentu keberhasilan produksi dan rendemen melalui komunikasi, pendampingan, serta pembangunan kepercayaan dengan petani.

Dalam materinya, Dani Medionovianto menegaskan bahwa penyuluh merupakan integrator—penghubung antara teknologi, kebijakan, kepentingan pabrik, dan realitas petani di lapangan. Melalui penguatan public speaking, penyuluh diharapkan mampu menyampaikan pesan teknis secara lebih persuasif, membangun kepercayaan petani, serta mendorong perubahan perilaku budidaya yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku tebu.
Metode penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dua arah, simulasi komunikasi lapangan, serta sesi motivasi. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berbagi pengalaman. Untuk menjaga dinamika pelatihan, narasumber juga memberikan give away kepada peserta yang aktif, sehingga suasana pelatihan berlangsung hidup dan partisipatif.

Kegiatan ini sejalan dengan jargon PG Trangkil, “Semangat Bekerja, Karyawan Semakin Sejahtera”, serta semangat Bagian Tanaman, “Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas.” Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal sinergi yang lebih kuat antara PG Trangkil dan BRMP Perkebunan, khususnya dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada gula dan swasembada pangan nasional.
Ke depan, kolaborasi antara PG Trangkil, BRMP Perkebunan, BRMP TAS Malang, serta pemanfaatan Kebun Percobaan Muktiharjo–Pati diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dalam aspek perakitan teknologi, pendampingan penyuluh, maupun penguatan kapasitas petani tebu. Dengan penyuluh yang kuat, komunikasi yang efektif, dan teknologi yang tepat guna, keberlanjutan industri gula nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.