Benih Tebu Varietas AAS Dikembangkan di Blitar, Menjadi Unggulan di Era Mentan Amran
Repost:
blitar.jatimnetwork.com
BlitarNetwork,- Program Bongkar Ratoon Tebu Tahun 2026 yang mulai direalisasikan Pemerintah Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi langkah peningkatan produktivitas tebu, tetapi juga menghidupkan kembali penggunaan benih unggul varietas AAS Agribun.Varietas AAS ini merupakan milik Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan) Kementerian Pertanian. Dalam prosesnya, produksi benih sumber varietas ini diperbanyak oleh BRMP Perkebunan bersama Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS), untuk kemudian dikembangkan oleh para penangkar benih di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.Kepala BRMP TAS, Sri Suhesti, menegaskan komitmennya dalam mengawal penyebaran varietas unggul ini, sampai saat ini BRMP TAS telah bekerjasama dengan para penangkar.

“Bekerjasama dengan para penangkar benih, kami ingin memasifkan varietas AAS Agribun ini dalam rangka mendukung program swasembada gula nasional serta untuk menyokong penuh program strategis Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian," ujarnya.
Benih tebu varietas AAS tersebut kini kembali digunakan dalam penanaman perdana program bongkar ratoon di lahan milik Koperasi Karyawan Perkebunan Gambar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (25/5/2026). Benih bersertifikat itu disiapkan oleh CV Lang Buana melalui Pengembangan Kebun Benih Dasar (KBD). Direktur CV Lang Buana, Bambang Setyawan mengatakan bahwa varietas AAS Agribun sudah cukup dikenal oleh para petani tebu di Kabupaten Blitar. Hal ini karena melalui kerja sama dengan BRMP TAS (Balittas), varietas tersebut pernah dikembangkan secara luas pada masa program nasional peningkatan produksi gula di era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Varietas AAS ini dulu juga pernah ditanam di Blitar, salah satunya di kawasan Candi Sewu. Saat era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, benih ini mulai banyak disebarkan karena dinilai memiliki produktivitas dan rendemen yang bagus,” ujar Bambang Setyawan.
Menurut pria yang akrab disapa Wawan itu, pengembangan kembali benih AAS dilakukan karena kebutuhan petani terhadap benih unggul terus meningkat seiring perluasan program bongkar ratoon di Kabupaten Blitar. Ia menjelaskan saat ini CV Lang Buana telah memiliki sekitar 250 hektare kebun benih yang mampu memenuhi kebutuhan tanam hingga sekitar 2.000 hektare lahan. Selain itu, pihaknya juga menambah sekitar 140 hektare kebun benih baru agar distribusi benih dapat dilakukan bertahap sesuai kebutuhan petani.
“Karena penanamannya bertahap, kami juga menambah luasan kebun benih baru. KBD kami siapkan setiap bulan supaya kebutuhan petani tetap tercukupi dan kualitas benih tetap terjaga,” jelasnya.
Wawan menegaskan penggunaan benih tebu bersertifikat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Selain memiliki tingkat kemurnian varietas yang terjaga, benih bersertifikat juga dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit dan mampu menghasilkan rendemen gula lebih tinggi.
“Benih bersertifikat itu proses pengawasannya jelas, mulai dari kesehatan tanaman hingga kualitas varietasnya. Jadi petani juga lebih aman dan hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya.
Sebelumnya, CV Lang Buana resmi mengantongi Sertifikat Mutu Kebun Benih Sumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (PSPB). Sertifikat bernomor 90/250/121.6.2/24/6.9/5/2026 tersebut diterbitkan setelah kebun benih milik CV Lang Buana di Kebun Antoko KR 7, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, dinyatakan memenuhi syarat sebagai pembenihan tebu kategori KBD varietas AAS Agribun. Program bongkar ratoon sendiri menjadi strategi peremajaan tanaman tebu dengan mengganti tanaman lama menggunakan benih unggul baru agar produktivitas dan kualitas rendemen gula petani tetap meningkat.