BRMP Perkebunan Kaji Ulang SNI dan Bahas Usulan PNPS 2027
Bogor, 28 September 2026 — Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Perkebunan menggelar rapat teknis kaji ulang Standar Nasional Indonesia (SNI) dan usulan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) 2027 secara hybrid di Gedung Display BRMP Perkebunan, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pemutakhiran standar di bidang perkebunan agar tetap sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan sektor.

Rapat membahas status delapan SNI lingkup perkebunan yang telah berumur lebih dari lima tahun serta usulan PNPS yang berasal dari balai lingkup BRMP Perkebunan. Kaji ulang dilakukan untuk melihat kesesuaian standar yang telah ditetapkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, serta kebutuhan para pemangku kepentingan di sektor perkebunan.

Dari hasil pembahasan, beberapa SNI direkomendasikan untuk dilakukan revisi agar substansi dan persyaratan di dalamnya tetap relevan dengan kondisi dan perkembangan terkini. Revisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga agar standar nasional dapat terus menjadi acuan yang sesuai dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan.

Selain revisi, terdapat SNI yang diusulkan untuk diabolisi karena substansinya akan digabungkan ke dalam SNI lain yang memiliki ruang lingkup relevan. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat membuat penerapan standar menjadi lebih efektif sekaligus menghindari tumpang tindih ruang lingkup dalam standardisasi komoditas perkebunan.

Rapat juga membahas usulan PNPS untuk tahun 2027 yang diajukan oleh balai lingkup BRMP Perkebunan. Usulan tersebut mencakup penyusunan standar baru maupun revisi standar yang dinilai memiliki kebutuhan mendesak, khususnya standar yang dapat mendukung pengembangan dan hilirisasi komoditas strategis perkebunan serta memenuhi kebutuhan stakeholder.

Pembahasan usulan PNPS menjadi bagian penting dalam memastikan program perumusan standar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pengembangan komoditas perkebunan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan stakeholder dan perkembangan sektor, standar yang dirumuskan diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih sesuai bagi peningkatan mutu dan pengembangan produk perkebunan.

Melalui kegiatan kaji ulang SNI dan pembahasan usulan PNPS secara berkala, BRMP Perkebunan terus memperkuat peran standardisasi dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan. Pemutakhiran standar diharapkan dapat memberikan kepastian acuan mutu sekaligus mendukung peningkatan daya saing komoditas perkebunan.