Bimbingan teknis Budidaya dan Pasca Panen Kopi Terstandar di Wonosobo
Wonosobo - Bimbingan teknis Budidaya dan Pasca Panen Kopi Terstandar dilaksanakan di Aula Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 27 November 2023. Kegiatan bimbingan teknis dihadiri 100 orang peserta yang terdiri dari 75 orang penyuluh BPP dan petani dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo dan 17 orang staf dan penyuluh Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo serta 8 orang panitia dari Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan (BSIP Perkebunan). Sambutan Kepala BSIP Perkebunan dibacakan oleh Subkor Kepegawaian dan RT, Bursatrianyo, S.Komp, sambutan selamat datang dan pembukaan oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Bapak Ir.Dwiyana Satyani Budyayu, M.Si, serta penutupan oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Bapak Sumanto, SP, MP.
Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan Dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan telah menghasilkan standar instrumen perkebunan seperti standar budidaya, standar pascapanen dan standar produk perkebunan, dll. Untuk mempercepat transpormasi penerapan standar budidaya dan pasca panen di tingkat petani salah satu kegiatannya adalah memalui bimbingan teknis dan penyaluran benih terstandar. Bimbingan Teknis Budidaya dan Pasca Panen Kopi ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif untuk perkembangan kopi di kabupaten Wonosobo. Semoga apa yang kita hasilkan pada Bimbingan teknis ini dapat bermanfaat mendukung pengembangan kopi di Kabupaten Wonosobo.
Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kab. Wonosobo Bapak Ir.Dwiyana Satyani Budyayu, M.Si, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, nara sumber dan panitia yang telah berkenan mimilih Kabupaten Wonosobo sebagi lokasi Bimbingan Teknis Budidaya dan Pasca Panen Kopi Terstandar. Dalam sambutanya kepala dinas menyampaikan untuk menangkap peluang pasar kopi di tingkat nasional maupun internasional di mulai dengan pemilihan varietas, cara berbudidaya dan penangganan pasca panen kopi yang memenuhi standar yang telah ditetapkan serta kemampuan sumber daya manusia (SDM). Sumberdaya alam, ketersediaan pupuk organik, tenaga kerja dan potensi alam sangat mendukung untuk pengembangan kopi di Kabupaten Wonosobo.
Harapannya petani di Kabupaten Wonosobo dapat menangkap pangsa pasar dengan menghasilkan komoditas unggulan kopi (kopi specialty), yang tentunya akan disiapkan pendampingan dari para penyuluh dan ingin mengangkat Kopi Wonosobo kepada pasar yang lebih luas. Petani diharapkan mengikuti SOP Budidaya dan Pascapanen untuk menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terstandar sesuai permintaan pembeli. Kelembagaan kopi secara teknis dan non teknis harus kuat untuk mencapai keberhasilan ke pasar internasional. Petani kopi diharapkan mampu bekerjasama dan bergotong royong bersama dengan Dinas untuk memajukan Kopi Wonosobo. Kerjasama dengan Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak dan manfaat ekonomi khususnya untuk petani kopi.
Nara sumber pertama, materi bimbingan teknis budidaya kopi terstandar disampaikan oleh Muhammad Firdaus Oktafiyanto, S.P., M.Si., dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Industri dan Penyegar. Materi mencakup faktor kunci penentu keberhasilan budidaya kopi, factor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kopi, factor-faktor yang mempengaruhi mutu kopi dan persyaratan budidaya kopi terstandar.
Nara sumber kedua, dengan tema pasca panen kopi terstandar disampaikan oleh Bapak Eko Heri Purwanto, S.TP, M.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), materi mencakup overview kopi, pascapanen biji kopi, standardisasi mutu biji kopi, pengolahan dan standardisasi mutu, kopi sangrai dan bubuk kopi serta citarasa kopi.